Bagaimana Cara Memiliki Mental Pengusaha?

Saya kasih judul yang asik deh, “Bagaimana Cara Memiliki Mental Pengusaha?” biar lebih duar gitu setelah bacanya, hehehe…

Pertanyaan ini sering banget ditujukan kepada saya, entah via e-mail, WA, atau saat bertemu langsung. Padahal, saya sendiri juga tidak tahu jawabannya dengan pasti. Karena dia bertanya kepada saya, dan berharap jawaban dari saya, saya jawab sesuai pengalaman — yang masih kurang ini — dan pengetahuan saya — yang masih cupet ini.

To the point aja, menurut saya, menata mental pengusaha yang paling mudah adalah dengan sering mendapat penolakan. Saya tidak bercanda. Kalau kamu sering nembak perempuan lalu ditolak, maka bersyukurlah, karena sebentar lagi kamu menjadi seorang pengusaha! Hehehe…

Hal ini juga dibenarkan oleh Robert Kiyosaki dalam beberapa bukunya. Dia bilang, seandainya dia menyerah mengejar Kim (istrinya) pada waktu masih muda, sudah pasti dia tidak akan menikahi Kim — yang luar biasa itu. Padahal, dia ditolak sekitar enam kali. Kalau kamu? Ah, emang perempuan cuma dia doang?

Saya cerita sedikit tentang masa muda Robert — yang saya dapatkan dari buku-bukunya. Setelah menjadi angkatan udara, Robert masuk ke perusahaan Xerox. Dia menjadi sales sdalam waktu yang cukup lama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengalaman ditolak sebanyak mungkin.

Tak terhitung jumlahnya, dia mungkin telah ditolak lebih dari 50 orang sehari. Rasa sakitnya ditolak itu yang mendidik dirinya menjadi dirinya yang sekarang ini.

Guru saya, Bapak Kiai Tanjung, juga bercerita tentang masa lalunya (masa muda) sebelum akhirnya sukses seperti sekarang ini mengalami penolakan yang jumlahnya tak terhitung. “Penolakan mencerdaskan kita, supaya kita memiliki lebih banyak cara, metode, mekanisme, ide, dan strategi.” Kata Beliau.

Cara mendapatkan penolakan yang paling strategis adalah berdagang. Entah dagang apa saja, bisa jasa atau barang, pasti akan menghadapi penolakan — yang bikin nyesek itu.

Penolakan mencerdaskan kita, supaya kita memiliki lebih banyak cara, metode, mekanisme, ide, dan strategi. ~ Bapak Kiai Tanjung.

Hal tersebut juga saya lakukan. Usia saya masih sangat muda. Saya tidak ingin merasa rugi di masa depan saya. Oleh karenanya, saya harus menghadapi segala pahitnya hidup sekarang ini supaya saya bisa menikmati hidup yang pahit ini di masa depan. Iya kan?

Dari mulai jualan cokelat kelor sampai susu, saya mengalami semuanya. Sampai sekarang, saya juga masih berdagang. Tujuan saya bukan sekadar supaya dapat duit. Itu nomor ke sekian. Yang saya butuhkan dari pengalaman berjualan adalah menghadapi penolakan.

So, saya harap tulisan ini bisa memberi manfaat untuk kamu yang sering bertanya, apa yang bisa saya lakukan supaya saya bisa menjadi pengusaha yang sukses kelak.

Saya bukan pengusaha yang sukses. Maksud saya, belum. Saya juga masih berproses menuju ke sana. Saya hanya berbagi saja, tidak lebih.

Video berikut adalah bukti saya masih terus belajar. Mulai dari sales susu MULK, produk saya dan tim saya. Selamat menonton!

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share, bila kamu juga punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan saya, silakan tulis di kolom komentar. 😉

Masukkan e-mail kamu di kolom bawah berikut untuk berlangganan artikel blog saya.

Baca juga artikel saya yang lainnya:  5 Buku yang Tidak Membuat Saya Menyesal Karena Membelinya!

Share:
Written by Arif Asatar
Founder Japo Moringa Chocolate | Brand Owner Cemeglug | Industrial Engineering