Lakukan 3 Cara ini Supaya Kamu Bisa Menulis

Pagi-pagi sekali saya mendapat sebuah massage dari teman saya. “Mas, kasih tahu tips supaya aku bisa nulis dong!”

Dengan panjang lebar, teman saya tersebut menjabarkan tentang pentingnya menulis menurut dia. Dia pikir dengan memiliki skill menulis, profesionalitas atau karier profesionalnya bisa semakin menanjak. Setidaknya, dia bisa bekerja dengan lebih baik atau menjadi pribadi yang lebih baik.

I do agree with that statement, and writing is that easy…

Saya sangat memahami apa yang disampaikan teman saya tersebut. Di negara yang mayoritas masyarakatnya enggak suka membaca apalagi menulis, pokoknya kalau saya enggak salah ingat, kalau ada seribu orang, hanya satu yang suka banget baca buku. Nah, itu baru membaca buku, gimana kalau menulis?

Enggak usah banyak teori, menurut saya, menulis benar-benar membantu saya meraih persona atau pribadi yang saya inginkan. Kalau dipikir-pikir ada beberapa manfaat menulis yang saya pun baru sadari akhir-akhir ini:

  • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi;
  • Meningkatkan kemampuan membaca diri sendiri (berkontemplasi);
  • Meningkatkan kreatifitas;
  • Melatih emosi (empati, simpati, peduli, serta respon);
  • Mendorong diri sendiri untuk suka membaca buku;
  • meningkatkan antusiasme terhadap apa pun yang positif;
  • Menambah relasi atau kenalan;
  • dan masih banyak lagi yang kalau dijabarkan di sini, malah artikel ini jadi salah fokus. Kapan-kapan saya kasih tahu manfaat menulis dengan lebih terfokus.

Malam ini saya mau kasih tips supaya kamu yang masih mengumpulkan motivasi buat menulis bisa segera mewujudkan keinginanmu itu. Prinsip saya, apa pun profesi saya nanti, sebagai siapa pun saya nanti, di mana saya nanti, saya akan terus menjadi penulis.

Bagi saya, sebuah tulisan adalah prasasti. Dalam diri saya sendiri, motivasi yang paling kuat kenapa saya membuat blog ini adalah supaya anak saya kelak, istri saya kelak, dan keluarga saya kelak, bisa belajar dari saya. Belajar hal-hal yang baik atau buruk dari saya. Semua bisa dipelajari. Saya berharap, anak-anak saya lebih baik dari saya (keimanan, kesalehan, ilmu pengetahuan, pokoknya dunia dan akhirat terpenuhi semua).

Baik, kalau terlalu panjang nanti malah kamu juga bosan, kita langsung cap cus ke tips-tips menulis sebagai pemula!

#1 Tulis Apa pun yang Kamu Mau

Hal pertama yang saya katakan kepada teman saya di atas tadi, bebaskan pikiranmu. Membebani pikiran dengan idealisme bahwa tulisanku harus bagus, harus menarik, harus ini dan itu justru akan membuat kita kendur. Pokoknya, sebagai awal tulis aja semua yang terbersit di pikiran. Jangan sampai pikiran idealis mengganggu pikiran kita.

Lalu kalau enggak dipikir, gimana cara dapat idenya?

Stop khawatir dengan itu! Jangan terlalu berlebihan. Kebanyakan mikir malah jadi enggak nulis-nulis. Kamu bisa nulis keseharian kamu. Terkadang, malah seringnya, saya nulis hal-hal yang bikin saya resah. Misalnya, saya merasa geregetan dengan pemerintah, sistem pendidikan, dan lainnya. Saya tulis apa adanya.

Sekali lagi, tulis apa aja yang ada di pikiran. Buang idealis-idealis menyesatkan yang justru seringkali membelenggu diri kita untuk mau menulis.

#2 Stop Melakukan Terlalu Banyak Penyuntingan!

Kegiatan menyunting sangat penting, namun tetap waspada. Biasanya, pemula suka kurang puas dengan kualitas tulisannya sendiri. baru baca sedikit ngerasa, “ah kok jelek amat tulisanku ya? Kenapa enggak bisa kayak dia sih?” Dan akhirnya secara sadar jari tengah menekan tombol backspace, lama-lama menekan tombol Ctrl+A lalu delete.

Setelah tulisanmu selesai, biarkan saja dulu. Perbaiki ejaan atau kata-kata yang typo saja. Enggak usah memperbaiki konten kamu. Biarin apa adanya. Kesalahanmu itu akan menjadi pijakan kamu menjadi penulis yang lebih baik. Santai aja dulu. Menulis itu seperti sepak bola. Untuk menjadi atlet yang baik, kita cuma perlu berlatih yang banyak. Sama dengan menulis. Membaca yang banyak dan terus berlatih adalah satu-satunya kunci menjadi seorang penulis hebat.

Saya beberapa kali ditawari untuk mengisi workshop menulis di beberapa sekolah dan kampus. Saya iyakan tiga kali, selebihnya enggak saya terima. Why? Kalau orang lain pasti senang tuh dapat surat permohonan mengisi materi. Kalau saya sedikit beda.  Kenapa begitu? Nih saya kasih tahu alasannya.

Saya mencoba mengingat-ingat (flash back), saya bisa menulis bukan karena banyak mengikuti workshop atau seminar menulis. Saya bisa menulis karena saya sangat percaya diri untuk terus menulis secara konsisten dan tidak punya malu untuk menyebarkannya di semua medsos yang saya punya.

Saya belajar enggak peduli dengan anggapan orang lain. Ada yang bilang jelek, ada yang bilang bagus, semua itu enggak saya indahkan. Pujian hanya membuat saya lupa diri, sedangkan cemoohan hanya membuat saya rendah diri. Saya justru lebih suka kritisi dari orang lain. Mereka dengan suka rela memberi masukan apa yang kurang pada tulisan saya. Saya senang mendengarkan pendapat mereka tentang tulisan saya. Esoknya, saya berlatih lagi. Hal itu saya ulangi berkali-kali.

Poinnya adalah, untuk menjadi seorang penulis bagus, kuncinya hanya terus berlatih dan berlatih. Perbanyak membaca buku. Udah itu aja.

Ingat, hentikan kegiatan menyunting. Di awal, biarkan semuanya berjalan se-natural mungkin.

#3 Share ke Temanmu!

Seperti yang telah saya bilang tadi, bahwa setiap saya selesai menulis, saya langsung share tulisan saya. Tujuannya untuk mendapat feedback dari orang lain.

Ingat, setiap karya pasti ada yang suka dan enggak suka. Dunia ini pasti sepasang-sepasang. Sama dengan tulisan kita. Kalau ditanya, apakah ada yang enggak suka dengan karya saya? BANYAK BANGET!!! Malah ada yang terang-terangan bilang ke saya bahwa tulisan saya kurang bagus, jelek, asal-asalan, dan bla bla bla…..

Saya hargai setiap ucapan mereka. Saya mendengarkan komentar mereka. Setiap lontaran kalimat mereka selalu saya terima dengan baik. Saya percaya, melalui mereka tulisan saya justru semakin bagus. Mereka adalah  orang-orang yang jujur sekali. Mereka adalah orang-orang yang terus terang dan apa adanya. Mereka adalah orang-orang dengan selera yang tinggi. Kalau saya bisa membungkam mulut mereka dengan karya saya, artinya saya telah berhasil. Kalau mereka bilang suka, berarti tulisan kita benar-benar bagus. Itulah sisi positif dari para komentator atau pundit.

Melalui menulis pula, saya belajar menerima kritikan dan menerima realita bahwa I am not perfect. One and only, perfect is belong to God. Kita bukan manusia sempurna. Justru peluang bagi kita untuk belajar dari kesalahan-kesalahan kita itu. Maka beranikan diri kita untuk menampilkan setiap karya yang kita punya. Jangan ragu dan malu. Selow aja…

Sedari kecil orangtua saya memang memprogram mind set saya untuk enggak pernah takut menerima kritik, marah, cemoohan, atau bahkan sorakan kebencian dari orang lain. Orangtua saya selalu mendorong saya untuk menjadi pribadi yang cuek aja menghadapi segala sesuatu yang enggak sesuai dengan harapan. Termasuk kata-kata enggak baik dari orang lain.

Semua itu harus dipelajari dan dialami. Mendobrak pintu besar yang rapat sedari dulu. Pintu penghalang itu berupa ketakutan dibilang bodoh, amatir, pemula, jelek, buruk, enggak berbakat, dibanding-bandingkan, dan lainnya. Semua itu adalah pintu penghalang kita mendapatkan rahasia di balik pintu itu.

Orangtua saya selalu geregetan sama saya kalau saya enggak mau tanya, maju ke depan publik, berpendapat, dan lainnya. Orangtua saya pasti mendorong saya untuk mendobrak pintu kokoh tersebut. Saya merasakan manfaatnya. Sekarang, pada keadaan tertentu saya mampu menjadi pribadi yang cuek. Ingat, dalam keadaan tertentu.

Itulah manfaat sharing karya kita ke teman-teman kita. Dengan sukarela, mereka akan memberi kita feedback, bahkan tanpa dibayar sekalipun. Namun, kalau kita terus berdiri di depan pintu kokoh tersebut tanpa pernah mendobrak, selamanya, kita enggak akan pernah tahu rahasia di balik pintu itu.

Itu dia 3 hal yang kalau kamu lakukan, kamu bisa jadi penulis hebat di kemudian hari. Percaya sama saya deh….

Baca juga artikel saya yang lainnya ya! Sudah Kaya, Terhormat, Kenapa Masih Bunuh Diri?

Berikan komentarmu di bawah kalau kamu juga memiliki pengalaman yang lainnya. Mau tanya? Boleh, silakan isi komentar di bawah ini.

Oh iya, jangan lupa masukkan e-mail kamu di kolom bawah ini untuk berlangganan artikel blog saya ya…! Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu. Bye…. Selamat malam… Oh iya, jagoan kamu apa di piala dunia kali ini? Saya pegang Inggris dan Perancis….!! Bye..

 

Share:
Written by Arif Asatar
Founder Japo Moringa Chocolate | Brand Owner Cemeglug | Industrial Engineering