Kelor, Pohon Ajaib untuk Keluarga Sehat

Keluarga sehat untuk anak yang lebih cerdas dengan Kelor

Mungkin sekarang belum ada yang percaya bahwa makanan itu ngefek ke kecerdasan anak. Terutama masyarakat yang tidak berpendidikan tinggi. Kesadaran akan kesehatan masih sangat minim.

Hal tersebut terbukti, kemarin saya dan teman-teman saya — atas pangestu Bapak Kiai Tanjung — bergabung dengan kelompok arisan ibu-ibu dusun Dipan, kelurahan Tanjunganom, kabupaten Nganjuk. Laki-laki ikut kelompok arisan? What!!!!???? 

Tenang, saya dan teman-teman saya yang cowok enggak niat mbanci kok! Wakakaka…. Sesuai petunjuk Guru kami, anak-anak muda diutus[1] untuk meragi kepada masyarakat. “Menyatu kepada masyarakat dan memberdayakan masyarakat adalah tugas kalian sebagai pemuda yang masih fresh.” Pesan Guru kami – dan itu yang selalu kami ingat-ingat.

Bu RT. Setempat mengizinkan kami untuk memberi sebuah penyuluhan santai kepada ibu-ibu yang datang. Para ibu sangat antusias sekali. Mereka sangat terbuka terhadap kami. Apa saja yang kami informasikan kepada mereka, diterima dengan baik, bahkan mendapatkan feedback yang baik. “Sering-sering seperti ini, Mas, Mbak, ya….!” Begitulah permintaan mereka.

Kemarin, kami berbagi kepada para ibu tentang pentingnya mengetahui nutrisi yang dibutuhkan keluarga setiap hari. Sebagai perempuan, mereka wajib mengetahui itu. Masa depan anak dan keutuhan keluarga – utamanya kesehatan keluarga—adalah tanggung jawab seorang ibu dalam keluarga – meski tanggung jawab semua, tapi ibu sangat berperan.

Kemarin itu, di akhir sesi penyuluhan, kami mendemokan cara membuat puding dari kelor. Ada sebuah kejadian lucu. Sebelum mendemokan cara membuat puding kelor, sampel puding kelor kami yang sudah jadi, ternyata tinggal sepertiga dari utuh karena dimakan oleh anak-anak dari para peserta.

“Loh! Kok pudingnya tinggal segini? Apa ketinggalan?” Kata teman saya, Lindasari.

“Enggak, ya emang itu!” Jawab Ain.

“Tapi tadi enggak segini, kok!”

“Iya, diambilin sama anak-anak itu loh!”

Gubrak!!! Wakakakaka….

Tapi itu bukanlah sebuah kesialan. Justru itu, para peserta langsung tahu bahwa anak-anak menyukai puding kelornya. Bahkan anak-anak tidak tahu kalau pudingnya terbuat dari kelor yang sejatinya berbau langu dan rasanya enggak enak. Suer!

Kelor

Demo masak kelor

Demo Masak Kelor

Demo masak kelor

Setelah mereka makan, saya menanyai mereka, “dek, tahu enggak kalau yang dimakan itu agar-agarnya ada campuran sayurnya?” Mereka menggeleng, sambil terus leb, leb, leb, enggak peduli lagi, yang penting kenyang.

“Tuh, kan bu, anak-anak panjenengan[2] saja suka sekali dengan pudingnya, berarti menu puding sesekali bisa disajikan untuk keluarga ibu-ibu semua….!” Kata Ain. Para peserta pun mengangguk-angguk sambil mencatat.

Setelah Mbak Nur Khoiriyah (ahli gizi Pomosda) memaparkan manfaat kelor untuk kesehatan keluarga, kami pun mendemokan cara membuat puding dari kelor. Semua peserta sangat antusias dan memerhatikan dengan baik.

Banyak ibu yang tidak mengerti tentang kebutuhan gizi anak yang berakibat fatal di kemudian hari

Kemarin pagi saya share di halaman Facebook saya, saya dapat cerita yang buruk sekali. Ini tentang ibu yang kecolongan anaknya. Anaknya sakit maag akut meski baru berusia 11 tahun. Sungguh memilukan sekali. Silakan klik di sini untuk cerita lebih lengkapnya!

Seharusnya sebagai orang tua, khususnya seorang ibu, mampu menakar kebutuhan gizi atau nutrisi keluarganya. Berkaca dari cerita di Facebook saya, anak dari seorang ibu tersebut setiap harinya hanya makan jajan-jajanan tidak sehat, sarapan ayam goreng, dan sering makan junk food, seperti itu terus pola makannya – walhasil, nasibnya sekarang, teman-temannya bermain bola, dia hanya terbaring di kasur rumah sakit. Kasihan sekali, bukan?

Kemarin, setelah kami ungkap sebuah fakta pahit ini, ibu-ibu dusun Dipan juga turut prihatin. Mulai sekarang mereka akan memerhatikan kesehatan keluarganya, utamanya anaknya.

Kelor sebagai solusi

Japo Chocolate Kelor

Japo Chocolate Kelor

Tidak ada kata putus asa jika ternyata keluargamu tidak suka makan sayur. Sebagai perempuan, kamu harus tetap kreatif. Cari cara yang menyenangkan supaya sayur enggak identik sama kata pahit dan enggak enak.

Kami mendemokan membuat puding kelor, tujuannya juga untuk membuktikan bahwa sayur itu enak. Terbukti juga, anak-anak sangat suka pudingnya. Perlahan tapi pasti, kenalkan bahwa sayur itu rasanya enak.

Kelor itu dikenal sebagai pohon ajaib di Eropa. Percaya enggak? Saya dapat informasi itu langsung dari pakarnya, lho! Siapa? Beliau adalah keloris Indonesia yang sejak dua tahun lalu dinobatkan sebagai duta kelor Malaysia. Beliau berkata kepada saya, “di Eropa, kelor sangat booming, tapi di Indonesia, masih disia-siakan, cuma buat mandiin orang mati aja! Miris kan?”

Kelor yang sejatinya memiliki kandungan nutrisi luar biasa, di Indonesia masih aja jadi alat mandiin orang mati. “Mas, saya juga suka masak daun kelor, terus saya kasih-kasihkan ke tetangga, dan enggak ada yang mau makan. Katanya takut!” Ungkap salah satu peserta acara kemarin.

Betul, apa yang disampaikan ibu itu benar sekali, tidak ada yang salah. Masyarakat Indonesia mengenal kelor sebagai pohon yang mistis. Banyak orang takut dengan kelor, padahal kelor sangat mujarab untuk menjaga kesehatan tubuh.

Itulah yang menjadi concern kami. Guru kami memerintahkan kami untuk mengenalkan kelor sebagai pohon ajaib yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga sehat Indonesia. Kemudian, kami membikin sebuah produk – atas pangestu Guru – cokelat kelor Japo.

Produk tersebut adalah sebuah upaya kami untuk mengedukasi masyarakat. Dengan sebuah produk, kami bisa bercengkrama dengan masyarakat.

Ragi Masyarakat, sebuah program dari Guru yang tengah kami perjuangkan. Tidak mungkin negeri ini dibangun tanpa bebarengan atau dengan cara bersama-sama. Butuh menyatukan tekad dan tujuan, sehingga negeri ini bisa maju, menjadi baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur.

Banyak customer yang mengaku, setelah mengonsumsi cokelat kelor, anak-anaknya tidak lagi takut dengan sayur. “Anak saya nolak terus kalau ada ijo-ijoan, Mas, tapi alhamdulillah, sekarang enggak lagi, dia suka banget makan sayur, dipicu dengan makan cokelat kelor dulu!”

cokelat kelor japo

Senang sekali mendengar pengakuan dari para customer yang puas dan senang dengan produk kami. Mau gimana lagi, emang itu tujuan adanya produk tersebut – sesuai petunjuk dan arahan Guru kami. Baca juga cara masuk sayur bening kelor yang benar….!

Misal kamu mau nyobain cokelat kelornya, bisa, silakan menghubungi nomo saya, 082234505767,  insyallah saya balas secepatnya.

Oh iya, kami juga menyajikan video kreatif untuk para ibu yang ingin masak sayur dari kelor. Silakan ditonton ya….! Kami membuat video tersebut lantaran kebanyakan, cara masak sayur kelor ibu-ibu masih salah.  Coba deh cek video di bawah, ada bedanya enggak?

Itu saja yang dapat saya bagikan hari ini. Kalau ada masukan atau saran untuk saya, silakan beri komentar di bawah ya…

Jangan lupa bagikan artikel ini kalau bermanfaat. Cara untuk mendapatkan update artikel dari blog saya, silakan masukkan e-mail kamu di kolom bawah ini!

 

[1] Bahasa Jawa: diperintahkan/diperintah – peny.

[2] Bahasa Jawa: Anda – peny.

Share:
Written by Arif Asatar
Founder Japo Moringa Chocolate | Brand Owner Cemeglug | Industrial Engineering