4 Sumber Penghasilan Hanya dari Rumah Saja yang Jarang Diketahui Orang

“Kebanyakan orang tidak tahu bahwa hanya dari rumah saja mereka bisa dapat penghasilan lebih!”

Semakin ke sini, kamu pasti ngerasa kebutuhan setiap harimu naik. Pengeluaranmu semakin banyak tiap bulannya ketimbang lima tahun lalu. Kamu ngerasa gitu enggak?

Ini ada sebabnya, dulu, internet bukan kebutuhan pokok, sekarang akses komunikasi menjadi kebutuhan yang pokok. Internet menjadi sangat penting. Semakin banyak orang yang menggunakan layanan chat ketimbang SMS. Di tempat saya gitu, enggak tahu kalau di tempatmu…

Nah, selain itu, minimnya pasokan makanan pokok dari negeri sendiri – akibat jumlah petani yang semakin hari semakin menurun – akhirnya kita impor dan produk pertanian lokal akhirnya melonjak. Lagi-lagi harus merogoh saku lebih dalam. Menyakitkan banget, kan?

Mungkin kalau kamu yang punya penghasilan di atas 10 juta biasa aja, tapi kalau orang-orang yang penghasilannya hanya cukup untuk beli popok, rokok, dan makanan pokok, ngalamat riwayatnya tamat.

“Hal yang sepele terkadang justru tidak diperhatikan oleh masyarakat luas! Padahal hal yang sederhana itu powerful untuk bangsa dan negara!”~Bpk. Kiai Tanjung.

Tapi, sebenarnya ada sumber penghasilan yang jarang diketahui orang. Atau mungkin terlalu sepele, sampai-sampai kita tidak notice dengan itu. “Hal yang sepele terkadang justru tidak diperhatikan oleh masyarakat luas! Padahal hal yang sederhana itu powerful untuk bangsa dan negara!” Tutur Bapak Kiai Tanjung, Guru saya.

Kebayang enggak, misalnya kamu yang baca ini adalah istri dari suamimu. Maksudnya, jika kamu ibu rumah tangga yang sedang sibuk ngurusin anak balita, kamu masih bisa kok menambah pundi-pundi penghasilanmu sedang kamu cuma di rumah. Enggak perlu ke kantor sampai maksa mendatangkan asisten rumah tangga, kamu bisa berpenghasilan plus ngurusin anak. Mantab kan?

Nih 4 Sumber Penghasilan  Jarang DIketahui Orang, cap cus aja ke bawah!

#1 Maksimalkan tanah sela di rumahmu!

4 sumber penghasilan

Santri Pomosda sedang panen raya dari lahan sela

Percaya atau enggak, sekarang banyak orang yang bertahan hidup hanya dari tanah sela di rumahnya. Malah ada yang menjadi petani tanah-tanah sela, dan akhirnya menjadi pengusaha sayur-mayur. Keren kan?

Penasaran? Kamu bisa datang ke Pomosda (Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa), alamatnya jalan KH. Wachid Hasyim 304 Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. Pondok yang luasnya tidak lebih luas dari pondok Gontor, tapi kebutuhan pokok 1500 orangnya terpenuhi secara mandiri – dari tanah-tanah sela yang dimaksimalkan.

Pimpinan Pomosda, Bapak Kiai Tanjung sendiri sangat menekankan kepada santrinya dan seluruh civitas Pomosda, bahwa memaksimalkan tanah-tanah sela itu juga menjalankan perintah, nilainya sama dengan ibadah, bahkan sama dengan salat.

Wastakmarakum fiiha…. Dalam ayat jelas ada, makmurkan bumi-Nya Allah, itu perintah, dan namanya perintah berarti tingkatannya sama dengan salat. Maksudnya, bukan berarti salat bisa digantikan dengan bercocok tanam, tapi jika niatnya bercocok tanam untuk menjalankan perintah Allah, nilainya sama dengan ibadah salat!

“Kebanyakan umat lupa dengan sebagian besar ayat, sehingga yang dipermasalahkan hanya perbedaan syariat, mem-bit’ah-bit’ah-kan dan sebagainya, lupa bahwa terdapat banyak sekali perintah dalam ayat yang belum disentuh!”~Bpk. Kiai Tanjung.

“Kebanyakan umat lupa dengan sebagian besar ayat, sehingga yang dipermasalahkan hanya perbedaan syariat, mem-bit’ah-bit’ah-kan dan sebagainya, lupa bahwa terdapat banyak sekali perintah dalam ayat yang belum disentuh! Buktinya, masih banyak lahan sela, lahan kosong, tanah sela yang seharusnya bisa dimaksimalkan malah diumbar saja. Tapi saat harga melonjak, teriak-teriak demo ke pemerintah. Malah-malah menghina dan mengolok pemerintah tidak becus. Lha di sini keislamannya mana?” Begitulah nasihat dari Bapak Kiai Tanjung kepada para santri dan jamaah beliau: Jatayu (Jamaah Tatanan Wahyu).

4 Sumber Penghasilan

Warga Jatayu bersinergi dengan TNI untuk Nusantara Bangkit

Sekarang jelas bukan, bahwa ternyata tanah sela di rumah bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah untuk keluarga atau diri sendiri. Niatnya untuk beribadah, bukan sebagai sumber penghasilan, nanti juga pasti datang sendiri rezekinya.

Misalnya, kamu menanam cabai sendiri, biayanya jelas lebih murah karena perlakuan budidaya homogen[1] dengan lahan yang relatif luas. Kamu bisa pakai lahan 1×1 meter persegi untuk 5 polybag cabai. Perawatan 3 bulan sudah panen, dan tetap akan berbuah sampai 6 bulan ke depan. Setiap 3-5 hari kamu bisa petik cabai yang sudah matang dari halaman rumah kamu sendiri.

Biasanya kamu keluar uang untuk beli cabai yang harganya selangit, sekarang enggak perlu khawatir, soalnya kalau butuh cabai tinggal petik sendiri. Udah gitu, sehat lagi, kan? Uang yang biasa untuk belanja cabai, dialokasikan untuk membelikan buku atau sepatu putra-putrinya, atau sekadar jalan-jalan ke mana gitu untuk menambah keharmonisan keluarga. Gimana menurut kamu? Sekarang cek lagi di sekitar rumahmu, kira-kira bisa enggak dimanfaatin?

3 sumber penghasilan

Santri Pomosda melaksanakan program pemanfaatan lahan sela

#2 Menulis blog atau buku

4 Sumber Penghasilan

Buku pertama saya: Jagat Kiai Tanjung (2017)

Menulis adalah pekerjaan yang sangat sederhana. Bekalnya hanya perlu banyak membaca buku dan berlatih menulis. Menulis blog sangat mudah sekali, siapapun bisa melakukannya.

Kamu bisa menulis apa saja sesuai selera kamu. Misal, sebagai ibu yang memiliki anak, kamu bisa bercerita hari-harimu dengan anak kamu. Pasti ibu-ibu yang lain bakal suka baca blog kamu. Seiring berjalannya waktu, nanti blogmu juga ramai sendiri dikunjungi orang.

Tidak hanya kehidupan sebagai ibu, kehidupan sebagai profesional juga bisa diceritakan. Misal kamu adalah pengusaha atau bekerja dengan jabatan tertentu, ceritakan pengalamanmu kepada netizen, mereka akan menghargai dan menyukai ceritamu. Karena banyak dari mereka ingin mengerti kehidupanmu sebagai pengusaha (mungkin) atau sebagai manajer di perusahaan tertentu. Menarik, kan? baca juga kunci sukses mendapatkan banyak teman.

Penghasilan blog dari mana? Biasa para blogger mendapatkan penghasilannya dari PPC (Pay Per Click) dengan Google Adsense. Mereka memasang iklan di Google Adsense untuk mendapatkan penghasilan setiap iklannya diklik oleh pengunjung. Selain PPC, kamu bisa juga dapat penghasilan dengan produk yang kamu punya.

Saya punya contoh blog yang bagus untuk kamu, alamatnya alodita.com. Penulisnya adalah seorang ibu yang bercerita tentang pengalamannya sebagai ibu atau tentang lifestyle dan fashion. Isi blognya sangat menarik untuk dibaca. Biasanya saya baca sebelum tidur. Bahasanya sangat legit dan mudah dipahami siapa pun.

Andra Alodita tidak mendapatkan penghasilan dari blognya dengan PPC, tapi dia jualan produk dan kelas fashion. Blognya otomatis menjadi sarana promosi produk dan jasanya. Emak-emak kreatif ya dia itu!

Selain menulis blog — kalau kamu benar-benar piawai menulis–buku juga bisa jadi sumber penghasilanmu. Saat blogmu di-approve oleh penerbit besar, dan sistem pembayarannya royalti, kamu cukup fokus merawat anak dan tanaman sela saja, duit ngalir sendiri ke rekening. Kebayang kan enaknya kayak gimana?

#3 Jualan Produk

4 Sumber Penghasilan

Raditya Beer (Brand Manager Axe Parfume) membawa Japo Chocolate

4 Sumber Penghasilan

Pak Nahrowi (Menteri Pemuda dan Olahraga) sedang berfoto dengan Japo Chocolate

4 Sumber Penghasilan

Japo Moringa Chocolate

4 Sumber Penghasilan

Japo Moringa Chocolate

Kalau mau pesan cokelat kelor, silakan ke nomor ini: 081357468368 (WA/Telegram), pasti fast respon.

Satu hal yang potensial tapi jarang dimanfaatkan oleh kebanyakan orang adalah jualan produk. Zaman sekarang apa sih yang sulit? Kalau dulu untuk bisa jualan harus punya ruko, warung, atau etalase, sekarang enggak perlu, lhawong ada toko online.

Pilih produk yang berkualitas dan powerful. Produk yang memiliki kebermanfaatan tinggi bagi orang lain. Kamu amati lingkungan sekitarmu, kira-kira apa yang mereka butuhkan.

Satu rahasia kecil saya untuk kamu yang membaca artikel ini, produk yang menawarkan kesehatan, organik selalu terdepan. Produk-produk dengan nilai demikian lebih banyak diminati daripada produk-produk yang tidak menawarkan nilai-nilai tersebut.

Contoh nyata, Mbak Lutfianisari Meidiastutik, ibu dengan satu anak dan sekarang sedang mengandung – semoga setelah lahir menjadi anak yang saleh/salehah ya Mbak hehehe…. – memanfaatkan potensi atau peluang di era teknologi ini dengan jualan produk di toko online atau melalui Facebook.

Beliau jual produk kecantikan dan produk-produk Japo: cokelat kelor, STMJ+Kelor Cemeglug, Akar Tanjung, Sari Bubuk Instan Kacang Hijau Marasake, dan sebagainya.

Dari jualan itu, penghasilan Mbak Lutfi meningkat. Beliau tidak putus arang, menjadi ibu atau perempuan bukan berarti harus berpangku tangan kepada suami. Tapi justru harus lebih kreatif karena Allah telah memberi anugerah berupa potensi indra, akal, hati, dan organ.

“Manusia di bumi diciptakan tidak luput dari empat potensi: indra, organ, akal, dan hati. Keempat-empatnya harus dimaksimalkan, sesuai dengan perintah Allah.” Terang Bapak Kiai Tanjung.

“Manusia di bumi diciptakan tidak luput dari empat potensi: indra, organ, akal, dan hati. Keempat-empatnya harus dimaksimalkan, sesuai dengan perintah Allah.” ~ Bapak Kiai Tanjung.

Misalnya kamu jualan cokelat kelor, cokelat yang dipadukan dengan serbuk daun kelor memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Satu-satunya cokelat yang mengandung asam amino dan dibutuhkan banyak orang. Kalau cokelat biasa, orang tidak akan tertarik, tapi cokelat ini ditambah nilainya dengan kelor. Sebuah inovasi yang luar biasa. Dan Mbak Lutfi membaca peluang itu, alhamdulillah, dengan jualan produk ini, beliau bisa memenuhi kebutuhannya setiap hari.

Atau kamu bisa pilih STMJ+Kelor Cemeglug. Manfaatnya enggak kalah sama cokelat. Cocok diminum untuk keluarga setiap hari sebelum tidur dan saat sore hari selepas kegiatan (kerja, sekolah, dan lainnya). Kandungan kelor mengangkat semua nutrisi dan memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh kita. Baca artikelnya tentang manfaat kelor di sini!

Nah, sekarang terserah kamu, pilih yang mana, semua kesempatan telah saya kasih ke kamu, tinggal kamu yang menentukan jalannya sendiri. Sumber penghasilan yang mungkin tidak kamu ketahui telah saya beri. Saya berharap, kamu benar-benar bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada.

#4 Gabungkan Semuanya

Sumber penghasilan hanya dari rumah saja yang belum kamu ketahui, adalah penggabungan dari poin satu sampai tiga di atas.

Manfaatkan tanah sela di rumahmu. Tanam tanaman pokok yang dibutuhkan oleh keluarga kamu sehari-hari. Kamu tidak perlu lagi membeli kebutuhan pokok kamu di pasar yang harganya fluktuatif dan enggak sehat – nih saya kasih tahu ya, petani Indonesia banyak pakai pestisida dan round up untuk menyemprot tanaman, itu semua racun! – Kamu aman dari segala racun jika menanam sendiri. Kamu ingin keluarga kamu sehat, bukan? Just do it! Manfaatkan tanah sela di rumahmu!

Selain itu, kamu bisa menulis di blog, bisa pengalaman atau isi pikiranmu. Buat sebuah tema yang menarik. Jadi, saat artikel di blogmu sudah terkumpul banyak, kamu bisa jilid atau bukukan kumpulan artikel tersebut yang terangkai menjadi satu. Menulis blog sekaligus menulis buku. Hal itu pula yang sedang saya lakukan dan telah saya lakukan. Luar biasa bukan?

Saat blogmu menarik perhatian banyak orang, kamu pasang produk yang kamu jual di blog. Pasang katalog produk, atau tulis sebuah artikel yang mengulas tentang produk yang sedang kamu jual. Otomatis akan terjadi penjualan – sesuai pengalaman saya sendiri, saya mendapat cukup penghasilan dari kegiatan seperti itu. Terakhir, saya mendapat 20 juta lebih dari kegiatan jualan online di blog dan toko online. Padahal itu penghasilan sampingan, kebayang kan jika potensi itu dimaksimalkan?

Nah itu tadi adalah empat rahasia kecil yang bisa saya bagi untuk kamu. 4 sumber penghasilan hanya dari rumah saja yang jarang diketahui orang dan jarang dilakukan oleh orang. Kamu gimana? Mau coba? Baca juga 3 Rahasia agar Anak Cerdas (Terbukti Ampuh!!)

Beri komentar tentang artikel ini jika ada yang kurang, tambahkan dan lengkapi jika masih kurang, tentu saya sangat mengapresiasi kebaikan kamu yang mencoba menyempurnakan tulisan saya di atas. Dan, jika ada yang salah, silakan tambahkan pula di komentar bawah, ya!

Untuk berlangganan artikel di blog ini, kamu bisa masukkan e-mail kamu di kolom bawah!

[1] Pola tanam satu varietas saja di lahan yang luas berdekatan.

Share:
Written by Arif Asatar
Founder Japo Moringa Chocolate | Brand Owner Cemeglug | Industrial Engineering