3 Rahasia Agar Anak Cerdas (Terbukti Ampuh!)

Mau tahu 3 rahasia agar anak cerdas di era sekarang yang sedang kegandrungan dengan gadget?

Zaman sekarang, orangtua harus semakin tangkas dan cerdas dalam mendidik putra-putrinya biar enggak tertunggangi oleh gadget, namun justru sebaliknya. Anak mampu menggunakannya untuk mendukung emosi, karakter, dan intelektualnya.

Gara-Gara Youtube

3 rahasia agar anak cerdas

Saya katakan, gara-gara Youtube, karena kalimat itu memiliki arti yang sangat luas.

Saya mendapati sebuah cerita yang menarik pagi ini. Sepulang dari sekolah, adik bungsu saya, Nadia, langsung ganti pakaian dan menuju ke dapur. Kebetulan saya baru sarapan pukul 10.00 dan saya mengamati gelagat adik bungsu saya itu.

Dengan sigap, Nadia mempersiapkan peralatan masak dan bahan untuk masak. Saya dekati dia, “Dek, mau masak apa?” Tanya saya. “Mau bikin, Pop Corn, Mas!” Dalam batin saya, “wow! Ngerti dari mana dia kayak begituan.”

Biar dia enggak keganggu, saya melanjutkan sarapan saya dulu. Leb, leb, leb…Setelah sarapan, saya ingin nonton Nadia yang sedang masak Pop Corn. Tanpa diberitahu, dia udah ngerti peralatan mana saja yang dibutuhkan, dan minyaknya seberapa yang dibutuhkan. Hatiku masih bertanya-tanya, “tahu dari mana dia ya?”

“Dek, gimana sekolahnya hari ini?”

“Bisa kok Mas!”

“Diajari apa?”

“Tematik….”

“Oh… ada PR?”

“Ada, tapi nanti ngerjainnya..”

“Oh.. lha Mas Hasan dan Mas Husain mana?”

“Ya masih sekolah lah…” Jawabnya.

Saya sengaja enggak langsung bertanya tentang detil dia sedang melakukan apa karena saya khawatir dia enggak nyaman dengan pertanyaan saya. Salah dalam komunikasi saja, saya bisa memutus kreatifitas adik saya itu. Makannya, saya ingin membuat kehadiran saya di sampingnya nyaman terlebih dahulu. Selain itu, saya enggak ingin menunjukkan gelagat bahwa apa yang dilakukannya dengan kompor, pisau, dan sebagainya adalah berbahaya untuk dia. Saya percaya Nadia mampu mengendalikan pekerjaannya. Saya ingin dia percaya diri dengan apa yang sedang dikerjakannya.

Penting Bagi Orangtua dan Orang Dewasa Ketahui
Ketahuilah para orang dewasa, ketika anak kecil melakukan pekerjaan orang dewasa, mereka cenderung takut dan minder jika ada orang dewasa yang bertanya-tanya tentang apa yang sedang dilakukannya. Mereka takut jika apa yang dilakukannya salah di mata orang dewasa, atau mereka enggak bisa melakukan apa yang sedang dikerjakannya sebagus orang dewasa. Jadi, berhati-hatilah dalam bertanya atau berkomunikasi dengan anak kecil. Atau, kesalahan komunikasi bisa berimbas pada HATI YANG KERDIL di kemudian hari.

Setelah lama saya ngobrol tentang kegiatannya di sekolah, saya baru bertanya, “ngomong-omong, bisa masak-masak gini dari mana belajarnya?” Spontan dia langsung balas menjawab, “dari Youtube, Mas!”

“Boom! Gila, Youtube emang gila!” kataku dalam batin. Kamu yang membaca artikel ini, mestinya sekarang paham, kenapa anak-anak zaman sekarang lebih kritis dan lebih visioner ketimbang zaman kita dulu.

Hanya dari melihat dari Youtube, Nadia mampu membuat beberapa karya, seperti Squishy, Slime, dan resep-resep makanan yang unik-unik. Enggak hanya pagi ini, tergolong sering saya menyaksikan adik saya memasak masakan unik, namun saya enggak ingin mengusiknya. Saya membiarkannya dan menyicipi hasil masakannya. “Wah, enak ya, Dek!” Itulah secuil kalimat yang saya lontarkan untuk masakannya.

3 Cara Agar Anak Cerdas

Kita semua tahu kan, kalau zaman sekarang adalah zaman informasi dan berbagi. Setiap orang merasa bahagia ketika dapat berbagi dengan orang lain. Dulu, kita semua cenderung ingin semua informasi dimiliki sendiri, jangan sampai ada orang lain mengetahui rahasia yang kita miliki. Sekarang, justru kebalikannya. Orang lebih gemar berbagi. Youtube adalah platform berbagi yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan lebih komplit ketimbang guru di sekolah, bukan? Hehehe…..

Nah, teknologi adalah ibarat pisau. Jika Nadia memahami pisau untuk menusuk tubuh seseorang, artinya dia hanya akan memahami bahwa pisau itu jahat, tapi dia memahami bahwa pisau atau benda tajam di dapur, fungsinya adalah untuk memasak, bukan untuk menyakiti orang lain dan merusak dirinya sendiri. Tugas orangtua adalah untuk memberi pengertian semacam itu.

Nah, itu tadi cerita singkat saya, sekarang inilah 3 Rahasia Agar Anak Cerdas dari saya – segala informasi ini saya dapat dari buku-buku dan catatan saya selama menjadi host di acara Dialog Interaktif Bersama Bapak Kiai Tanjung setiap Rabu Malam di 98,6 Memory FM pukul 20.00 WIB. Alamat streaming dialog interaktif bersama Bapak Kiai Tanjung seputar pendidikan di radio.pomosda.or.id atau klik langsung di sini!

#1 Sering Komunikasi dengan Orangtua

Nah ini dia yang menurut saya penting banget untuk kamu ketahui.

“Intinya pendidikan keluarga adalah komunikasi, kok! Sesederhana itu!” ~Bapak Kiai Tanjung
dalam acara radio. “Komunikasi itu menyentuh hati putra kita, seiring jarangnya komunikasi dengan putra-putri kita, hati mereka akan mengeras dan sulit lunak jika berhadapan dengan orangtuanya.” Kalimat itu langsung saya catat dalam notebook saya. Biar besok jadi bapak yang saleh dan benar juga, hehehe….

Saya pernah membubuhkan sebuah cerita miris tentang teman saya yang sejak kecil enggak pernah diajak komunikasi oleh kedua orangtuanya. Sampai dia benar-benar dalam keadaan yang buruk sekali. Dia benar-benar terjatuh ke dalam jurang yang sangat dalam, namun alhamdulillah, dia bisa bebas dan lolos dari masa-masa sulit itu berkat teman-temannya yang mendukung dirinya. Baca juga 4 Cara Menghapus Kebencian (99% Ampuh!)

Bahaya dari kurangnya komunikasi dengan anak, akan berdampak sangat buruk. Salah satu dampaknya, anak akan kesulitan menemukan arah atau tujuan hidupnya. Ingat, sepandai apapun anak-anak, mereka enggak akan mampu menemukan tujuan hidupnya sendiri tanpa pengarahan dari orangtuanya.

3 Rahasia Agar Anak Cerdas

Ibu membuatkan roti ulangtahun keempat untuk Nadia.

Saya saja, kalau bukan karena bapak dan ibu saya yang selalu mengarahkan saya, masa depan saya pasti amburadul enggak karuan. Untungnya, saya memiliki orangtua yang terbaik untuk saya. Beliau berdua selalu berkomunikasi dan tahu cara mengarahkan saya  sesuai dengan bakat, minat, dan potensi diri saya.

Kalau kamu adalah anak dari orangtuamu lalu membaca artikel ini, ingat-ingat, sepintar apapun kamu, enggak mungkin bisa hidup tanpa pengarahan dari orangtuamu. Yakinlah!

Nadia sendiri setiap hari berkomunikasi dengan bapak dan ibunya. Dia benar-benar merasa dekat dengan bapak dan ibunya, dia merasakan sentuhan dan kehangatan bapak dan ibunya. Itulah yang menyebabkan dia tahu harus berbuat apa dan bagaimana memahami atas apa yang diamatinya. Komunikasi dengan anak adalah rahasia pertama dari 3 rahasia agar anak cerdas. Gimana menurut kamu?

#2 Jadikan Mereka Mandiri

Rahasia kedua dari 3 Rahasia agar Anak Cerdas adalah menanamkan kemandirian pada diri anak. “Kemandirian bukan berarti apa-apa dilakukan sendiri atau segalanya dilakukan tanpa bantuan orang lain, mandiri adalah pandai berkomunikasi dan cerdas dalam bersikap.” Saat Bapak Kiai Tanjung mengungkapkan itu, saya langsung mencatatnya dalam notebook saya juga.

Menurut apa yang saya pahami tentang kemandirian yang artinya sangat luas, arti kemandirian dapat dipersingkat dengan, “tangkas dan cerdas dalam bersikap apa yang harus dilakukan demi kebaikan dirinya, lingkungan, dan keluarganya.” Gimana menurut kamu? Kasih pendapatmu di kolom komentar di bawah!

Nadia, Saya, Husain, dan Hasan (dari kiri).

Salah satu syarat  anak dapat mandiri adalah, buat anak enggak skeptis terhadap kegiatan belajar. Suatu ketika, saat Nadia pulang dari sekolah, saya menanyai aktifitas sekolahnya dan dengan menundukkan kepala, kaki diseret, terhuyung-huyung, dia menjawab, “sulit sekali pelajarannya hari ini, saya enggak paham, Mas!”

“Kemandirian bukan berarti apa-apa dilakukan sendiri atau segalanya dilakukan tanpa bantuan orang lain, mandiri adalah pandai berkomunikasi dan cerdas dalam bersikap.” ~Bapak Kiai Tanjung.

Apa yang kemudian saya lakukan? Saya hanya tersenyum dan bilang, “gak apa-apa, kamu udah berusaha keras dan ternyata belum bisa memahaminya, dulu Mas Arif malah lebih enggak paham daripada kamu, sekarang kamu tinggal belajar lebih giat dan berusaha lagi, nanti pasti akan paham dengan sendirinya, sekarang main aja dulu…”

“Iya to? Mas dulu juga enggak paham gitu?”

“Iya, tapi kemudian Mas Arif belajar lagi dan lagi..” Semburat senyum terpancar di bibirnya. Lalu dia masuk dan berganti pakaian, berlari menuju teman-temanya. Bermain.

Saat anak udah skeptis bahwa belajar itu tentang nilai, sekolah, buku pelajaran, dan sebagainya yang membosankan untuk dia, bisa jadi selamanya dia akan malas untuk membaca, menulis, berhitung, dan berpikir. Mereka udah menganggap belajar itu membosankan dan bikin mood enggak enak. Bukti yang paling kentara apa? “Banyak anak belajar untuk bekerja, tapi banyak juga orang bekerja tapi enggak belajar. Kenapa? Karena belajar adalah sama dengan sekolah. Paham!?”

Saat anak menanggap bahwa membaca, mendengarkan, menulis, mengamati, berhitung, adalah kebutuhan, belajar bagi mereka akan menyenangkan. Tapi jika belajar cuma dianggap rutinitas, ya pasti bosan lah!

Sekarang, sering-sering komunikasi dengan anak-anak, lalu buat mereka menyenangi apa yang sedang dan yang harus dilakukannya di sekolah atau rumah. Jangan bikin mereka bosan atau skeptis dengan sekolah atau belajar. Kasihan masa depannya.

#3 Berikan Kasih Sayang Sekaligus Ketegasan

So sad but true, kebanyakan orangtua memberikan kasih sayang namun tanpa ketegasan, dan sebaliknya. “Saat orangtua enggak memberi ketegasan bersamaan dengan kasih sayang, maka orangtua itu melakukan pemanjaan atau mematikan kreatifitas pada anaknya, dan sebaliknya, saat orangtua memberi ketegasan tanpa sayang, artinya orangtua tersebut bersikap acuh atau pembiaran terhadap anaknya.” Jelas Bapak Kiai Tanjung. Simak kajian beliau di Jatayu TV atau klik di sini!

Suatu ketika, Nadia mendekati bapaknya lalu bertanya, “Bapak, kenapa sih anak kecil enggak boleh pakai HP?” Lalu apa jawaban dari bapak?

“Bapak sebenarnya sangat ingin sekali membelikan HP untuk Nadia, malah ingin membelikan yang baaguuuuuus banget, supaya kamu bisa bermain dan nyaman menggunakannya…”  Enggak sampai di sini, beliau meneruskan jawabannya. “Tapi, Bapak merasa kasihan sama Nadia kalau Nadia sejak sekarang udah membawa HP.”

“Lha kenapa kok Bapak kasihan?” Tanyanya sambil duduk di pangkuan bapaknya.

“Karena, saat Nadia membawa HP, Nadia akan menghadapi cobaan yang lebih besar. Nadia harus menahan rasa ingin main game, nonton Youtube, internetan, dan sebagainya, sedangkan Nadia masih harus belajar, belajar, dan belajar dengan giat.” 

“Karena, saat Nadia membawa HP, Nadia akan menghadapi cobaan yang lebih besar. Nadia harus menahan rasa ingin main game, nonton Youtube, internetan, dan sebagainya, sedangkan Nadia masih harus belajar, belajar, dan belajar dengan giat. Bapak kasihan saat kreatifitas, jiwa mandiri, dan daya berpikirnya Nadia melemah karena HP. Bapak enggak ingin masa depan Nadia rusak hanya karena Bapak membelikan HP untuk Nadia!”

Mendengar jawaban itu, Nadia justru memeluk erat bapaknya. Meski (mungkin) jawaban dari bapaknya terlalu diplomatis untuk dirinya, tapi dia menangkap sebuah pesan bahwa bapaknya sangat menyayangi dirinya, dan sikap bapaknya untuk enggak membelikan HP, adalah bentuk sayang dari kedua orangtuanya untuk dia.

Berikan ketegasan sekaligus sayang, itulah rahasia terakhir dari 3 Rahasia agar Anak Cerdas. Bagikan artikel ini jika bermanfaat untuk kamu. Menyebarkan kebermanfaatan untuk orang lain itu pahala juga, loh… Xixixixixi…

Percayakan Selebihnya Kepada Anak

Mempercayai anak sendiri, bahwa mereka mampu menghadapi gejolak nafsu dan lingkungan yang edyan seperti zaman sekarang. Mereka butuh dipercaya dan didukung, sebagai orang yang lebih dewasa, kita wajib menjaga dan mengarahkan generasi masa depan ini.

Pengalaman yang saya tulis di atas hanyalah cerita, bukan teori atau konsep — lhawong saya belum punya anak, boro-boro, nikah aja belum. Saya hanya berbagi dari pengalaman saya sebagai kakak, mengamati orangtua saya, dan dari pengalaman orang lain. Semoga bermanfaat aja deh.

Jika kamu setuju atau memiliki pendapat lain, silakan isi di kolom komentar bawah ya! Supaya terjadi diskusi antar sesama. Dan bagikan pengalamanmu juga jika ada yang menarik untuk diceritakan.

Kalau kamu ingin berlangganan dan mendapatkan info jika ada update artikel di blog ini, silakan masukkan e-mail kamu di kolom bawah! Bye….

Share:
Written by Arif Asatar
Founder Japo Moringa Chocolate | Brand Owner Cemeglug | Industrial Engineering