4 Cara Menghapus Kebencian (99% Manjur!!)

“4 Cara Menghapus Kebencian ini Ampuh Manakala Dipraktikkan!”

Bagi saya, hal yang paling tidak mengenakkan adalah saat hati saya terbakar dan saya tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan, menurut saya, menyimpan rasa benci itu lebih membuat saya tidak nyaman daripada menjadi jomblo. Suer! Nah, saya punya tips untuk yang ingin menghapus kebencian dalam dada pakai 4 Cara Menghapus Kebencian (99% Ampuh!!)

Jelas ini berkenaan dengan sebuah mental dan moral. Sebagai manusia biasa, jelas sekali kita menginginkan segalanya berjalan sesuai dengan keinginan kita bahkan semua harapan kita berjalan mulus — semulus pahanya…………. siapa hayo… mikir aneh-aneh… xixixi….

Jika kamu adalah seorang pimpinan perusahaan, manajer, owner bisnis, guru, atau siapapun, kebutuhan memiliki teman adalah keniscayaan, bukan? Kamu ingin diterima, dipercaya, dan diakui kan oleh teman-teman kamu? Sama! Saya juga. Saya ingin saat saya mengalami masa-masa sulit, teman-teman saya berada di sisi saya, mendukung dan mendorong saya bangkit kembali. Sangat menyedihkan manakala itu tidak terjadi.

Berikut adalah 4 cara menghapus kebencian yang manjur banget buat saya. Sama seperti halnya menyapu kotoran di dalam rumah, tidak mungkin kotoran-kotoran itu bisa hilang kalau kita tidak membersihkannya. Begitu pula dengan kotoran hati. Semoga saja 4 cara menghapus kebencian ini bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang dilanda kebencian dan kamu ingin memerangi perasaan itu.

Rasa benci yang kita simpan berpengaruh terhadap sikap kita. Jika kita adalah atasan, kita akan sulit mendengarkan saran dan ide dari bawahan kita. Dan sebaliknya, juga sama. Jika kamu adalah siswa, rasa bencimu terhadap guru, akan mematikan otak untuk memahami setiap mata pelajaran yang diajarkan. Baca juga kunci sukses mendapatkan banyak teman..

Tips atau 4 cara menghapus kebencian ini saya dapatkan dari Guru sejati saya, Bapak Kiai Tanjung, dalam kajian rutinnya di Youtube atau saat live di Pomosda. Langsung cekidot aja deh!

1. Akui Kesalahan Lebih Awal

Sebelum kita langsung ke intinya, saya ingin bercerita dulu. Boleh kan?

Tip pertama dalam 4 Cara Menghapus Kebencian adalah akui kesalahan lebih awal. Ada sebuah contoh kasus yang sangat populer beberapa waktu lalu. Masih ingat dengan kasus komika terkemuka, Ge Pamungkas, yang dituding netizen menghina agama Islam? Heboh banget kan?

Awal-awal, Ge Pamungkas tidak mengakui kesalahannya, ia masih membela dirinya sendiri akan peristiwa yang menimpanya. Bukan malah mengakui kesalahannya atau meminta maaf, ia justru berkicau di Twitter untuk membela dirinya tidak bersalah dan tidak ada sangkut pautnya antara tudingan terhadap dirinya dan realita yang ada saat itu.

Seandainya, Ge Pamungkas sedari awal langsung memohon maaf kepada netizen, pasti tidak akan seheboh saat itu. Ia tinggal memberi klarifikasi akan kesalahan yang telah diperbuatnya lalu meminta maaf, selesai! Netizen pun akan memberi pengampunan.
Namun, beberapa waktu kemudian, sekitar seminggu atau lebih, Ge Pamungkas posting di akun Instagramnya. Ia memohon maaf atas apa yang telah dilakukannya meski ia sendiri tidak merasa melakukan kesalahan tersebut. Sekejap, hanya dalam tiga hari saja, isu dan kegemparan akan cercaan netizen terhadap Ge Pamungkas dan para komika langsung redup bahkan perlahan menghilang.

Seandainya, Ge Pamungkas sedari awal langsung memohon maaf kepada netizen, pasti tidak akan seheboh saat itu. Ia tinggal memberi klarifikasi akan kesalahan yang telah diperbuatnya lalu meminta maaf, selesai! Netizen pun akan memberi pengampunan. Berbeda jika Ge Pamungkas terus-terusan membela dirinya, justru netizen akan terus merogoh kekurangan dirinya sampai surut dan kering. Membela diri sendiri tidak akan memberi pemecahan yang efektif, hanya dengan mengakui kesalahan masalah akan selesai.

Permintaan Maaf dari Ge Pamungkas (sumber gambar: https://i.ytimg.com/vi/-S9YTI15IY0/maxresdefault.jpg)

Eits, contoh di atas tidak berarti saya mengkritik Ge Pamungkas. Saya hanya memberi contoh secara objektif. Waktu itu saya merasa kasihan dengan dia lantaran netizen tak ada habisnya membantai dirinya — sampai mengancam karirnya yang sedang gemilang-gemilangnya. Netizen jangan dilawan! Sama seperti memadamkan lava di kawah Merapi.

Masih ingat dengan kasus Tiger Woods? Cerita ini saya dapatkan dari buku yang ditulis oleh Dale Carniege, How to Win Friends & Influence People. Tiger Woods yang saat itu mengalami hal buruk, hangat diperbincangkan di seluruh dunia. Dirinya tertangkap netizen terlibat dalam kasus tabrakan di luar rumahnya dan tudingan akan perselingkuhan. Tiger Woods memilih bungkam akan kasus tersebut. Bukannya surut, justru netizen keranjingan untuk terus menguak kebenaran akan kasus tersebut.

Singkat cerita, akhirnya ia mengakui kesalahan tersebut dan perlahan netizen mengampuni dirinya. Meski lonjakan karirnya meredup, namun dirinya dapat hidup tanpa bayang-bayang kebencian dan dendam terhadap netizen.

Akui kesalahan lebih awal akan membuat diri kita lebih baik. Itu adalah hal yang pertama dari 4 Cara Menghapus Kebencian.

2. Ingat-Ingat Kebaikan Orang Lain

Cara kedua dari 4 Cara Menghapus Kebencian adalah mengingat-ingat kebaikan orang lain di masa lalu. Tentu, lebih mudah mengingat keburukan seseorang, bukan?

Hal tersebut ternyata juga dibuktikan oleh para ilmuwan loh! Hal negatif lebih cepat menjalar daripada hal positif. Buktinya apa kalau hal negatif lebih cepat tersebar dan menjamur daripada hal positif? Buktinya, banyaknya anak durhaka kepada orangtuanya yang lupa akan jasa dan peran orangtua mereka terhadap dirinya. Kalau saja jasa seorang ibu senantiasa diingat, pastinya tidak akan ada anak durhaka atau berlaku buruk terhadap orangtua atau ibunya.

Saat saya mengalami rasa benci yang membara, seperti kayu kering yang terlahap habis oleh api, dengan segera saya mengingat jasa mereka terhadap saya atau lingkungan.

“Banyaknya anak durhaka kepada orangtuanya yang lupa akan jasa dan peran orangtua mereka terhadap dirinya. Kalau saja jasa seorang ibu senantiasa diingat, pastinya tidak akan ada anak durhaka atau berlaku buruk terhadap orangtuanya atau ibu.”
 Saya merasa diri saya tidak ada apa-apanya ketimbang dirinya yang telah banyak berkontribusi terhadap lingkungan. Saya ingat cara dia berbicara dengan saya, cara dia menganggap saya sebagai temannya, dan sebagainya. Apakah kebaikan dirinya selama ini begitu saja terhapus karena hal kecil yang tidak berarti apa-apa?

Cara kedua dari 4 Cara Menghapus Kebencian ini menurut saya juga sangat ampuh. Ini adalah cara memaafkan dan mengikhlaskan. Memaafkan diri sendiri dan orang lain. Sudahlah, rasa benci yang dipelihara membutakan hati dan mata kita akan kelebihan dan perilaku positif orang lain terhadap kita. Jadi, buat apa dipelihara rasa benci kita?

Untuk memudahkan, kamu bisa menulis jasa-jasa mereka di selembar kertas atau di buku. Baca berulang kali sampai kamu benar-benar mengingat dan dapat merasakan kebaikan mereka di masa lalu yang saat itu sangat berarti untuk kamu. Okey, itu tips kedua dalam 4 Cara Menghilangkan Rasa Benci (99% Manjur).

3. Tulis Sifat Baik Mereka di Kertas atau Buku

Ibu Khodijatul Fithri Anwari S.Sos. (Kepala Sekolah SD Pomosda) atau kerap disapa Bu Fifit pernah bercerita cara beliau mengajar di kelas. “Saya meminta anak-anak saya untuk berpasang-pasangan. Mereka akan menuliskan kelebihan teman mereka sebanyak mungkin, lalu mengungkapkan di hadapan temannya itu.” klik di sini untuk mengetahui apa itu Pomosda!

Kemampuan memuji orang lain adalah sasaran dari metode pembelajaran tersebut. “Memuji adalah sebuah cara yang nyata atas perasaan respek, peduli, dan empati terhadap orang lain,” jelas Bu Fifit.

Hal serupa diamini oleh Bapak Kiai Tanjung, “hapus rasa bencimu dengan menuliskan sifat-sifat baik temanmu di selembar kertas. Sebanyak-banyaknya kalau bisa! Sampai benar-benar tidak terpikir hal negatif dari temanmu itu!” Saya mencobanya dan cara tersebut benar-benar manjur sekali. Suer, saya tidak bohong! Hehehe…

Masalahnya, terkadang, saat kita berada di posisi yang lebih tinggi dalam pekerjaan, (mungkin) kita terlalu gengsi mengakui kesalahan diri kita lebih awal dan memuji orang yang di bawah kita. Begitu kan? Padahal, mengakui kesalahan diri sendiri dan memuji orang lain tidak menjadikan kita lebih buruk atau lebih rendah dari orang tersebut.

Di dalam bukunya Dale Carniege, diceritakan seorang eksekutif perusahaan yang sangat dicintai oleh atasannya (dewan direksi) bahkan masuk 100 Fortunes, memiliki hubungan yang buruk terhadap bawahannya. Dia hanya dicintai dan dimiliki oleh atasannya, tidak bawahannya. Ternyata, hal tersebut menyiksa dirinya sendiri. Hidup terasa berat saat kita merasa terlalu banyak yang membenci kita, bukan?

Suatu saat, dia merasa harus memperbaiki keadaan. Dia memanggil salah satu bawahannya, lalu meminta maaf dan meminta masukan apa yang harus dilakukannya ke depan supaya bisa lebih baik dari hari itu. Bawahannya justru menangis terharu dan meminta maaf juga.

“Sebuah prasangka bahwa memuji dan mengakui kesalahan akan meruntuhkan citra ternyata salah bin ngawur.”
 Mereka berjanji akan saling memperbaiki diri dan membuat hubungan mereka semakin baik setiap harinya.

Sebuah prasangka bahwa memuji dan mengakui kesalahan akan meruntuhkan citra ternyata salah bin ngawur. Semua tidak terbukti. Justru rasa respek dan penghormatan didapatnya karena pujian yang dilontarkannya kepada bawahannya. Luar biasa!

Mulai sekarang, kamu bisa mencoba melakukannya. Puji teman kamu di selembar kertas jika terlalu berat untuk menemuinya langsung. Perlahan tapi pasti, dada kita akan semakin lapang. Itulah cara ketiga dalam 4 Cara Menghapus Kebencian (99% Manjur).

4. Membuktikan Rasa Sayang

Membuktikan Rasa Sayang

Di Indonesia, mengungkapkan rasa sayang kepada temannya sendiri adalah hal yang tabu. “Alay ah lu!” Saya selalu dilontari kalimat tersebut saat saya mengungkapkannya kepada teman saya sendiri. Namun, bagi saya, itu adalah hal yang wajar, bukan?

Rasa sayang adalah penyatuan empat, simpati, dan peduli terhadap orang lain. Saya pikir begitu. Dan hanya rasa sayang itu yang dapat mengeratkan sebuah hubungan dan tali persaudaraan antar sesama. Bagi saya, orang yang kesulitan mengungkapkan rasa sayang bukan berarti dirinya keren atau cool, namun ego atau gengsi yang terlalu tinggi sampai ngomong sayang saja malu atau berat.

“Rasa sayang adalah penyatuan empat, simpati, dan peduli terhadap orang lain.”
Cara terakhir dalam 4 Cara Menghilangkan Kebencian ini memang paling berat untuk dilakukan. Mengapa? Karena membutuhkan pengorbanan untuk membuktikan rasa sayang itu. Pengorbanan itu bisa berupa waktu, tenaga, bahkan materiil.

Apa maksud saya membuktikan rasa sayang itu? Perasaan sayang tidak akan tersampaikan dan diterima oleh orang lain manakala hanya keluar dari kata-kata saja. Namun butuh dibuktikan. Apa yang bisa dilakukan untuk membuktikannya? Pengalaman saya pribadi, saya bisa mengorbankan waktu saya untuk membantu teman yang saya benci tersebut. Setidaknya membuat dirinya merasa lebih baik.

Selain itu, saya juga bisa menunjukkan rasa empati dan simpati saya terhadapnya saat dia berada dalam masa-masa sulit. Saya harus mendorong dirinya untuk terus kuat menghadapi situasi dan keadaan yang memojokkan dia. Selain korban waktu, korban materiil terkadang diperlukan. Hal-hal kecil dapat kita lakukan, seperti mentraktir teman kita tersebut atau membelikan makanan kesukaannya. Apapun bisa kita lakukan kok!

Selain itu, rasa sayang kita juga bisa disalurkan melalui tenaga atau kemampuan kita. Barangkali kita bisa membantu teman kita tersebut dalam pekerjaan dia. Tindakan ini sangat manjur untuk membuat relasi semakin baik.

Saya kira keempat cara tadi cukup untuk kamu yang sedang dilanda rasa benci terhadap temanmu, bawahanmu, atasanmu, atau siapapun. “Benci yang terpelihara sampai mati, akan menjadi hijab seseorang menuju Tuhannya.” Sebuah pesan dari Guru saya yang selalu saya ingat-ingat setiap saat.

“Benci yang terpelihara sampai mati, akan menjadi hijab seseorang menuju Tuhannya.” ~ Bapak Kiai Tanjung.

Hidup akan semakin indah manakala tidak ada musuh. Mari habisi musuh kita! Siapa musuh kita? Rasa benci itu sendiri! Setiap orang adalah saudara kita, cintai mereka dan sayangi mereka seperti keluarga sendiri.

Semoga tips ini bisa membantu kamu ya… Kalau kamu ada masukan atau saran, tulis di kolom komentar di bawah ..! Ingin mendapatkan pemberitahuan setiap kali saya update artikel? Silakan masukkan e-mail kamu di bawah!

Share:
Written by Arif Asatar
Founder Japo Moringa Chocolate | Brand Owner Cemeglug | Industrial Engineering